Masih ingatkah cita-cita pertama kali yang kita ucapkan?waktu TK ditanya sama bu guru."Nanti kalian mau jadi apa?",anak-anak ada yang menjawab "Jadi guru, polisi, dokter, perawat, pramugari, tentara dll" , dengan semangat,senyum ceria mereka mengatakannya. Lalu mereka masuk SD,kelas 1,2,3,4 mungkin masih sama jawabannya, kelas 5,6 mereka bisa sedikit berfikir lagi,mereka sudah tahu bagaimana dokter,bagaimana guru,bagaimana polisi,mungkin sebagian dari mereka ada yang berubah cita-citanya,bahkan seingat waktu jaman saya dulu, ketika saya mengatakan "saya mau jadi Guru", teman-teman sekelas menertawakan,guru saya pun juga meragukan.itu terjadi saat kelas 5 SD, sedangkan saya melihat teman-teman yang lain ketika ditanya,mereka hanya tersenyum tanpa jawaban. Nah disini mulai turunlah semangat belajar.kemudian masuk SMP,lebih bisa berfikir lagi,tapi ya masih berfikir tingkat SMP. Masih ingat juga ada salah satu teman yang bilang "kamu pasti masih ingin jadi guru".;"iya,kamu",:"aku cuma ingin jadi "manusia" selamanya";. sedikit agak aneh,tapi coba pahami.
kemudian masuk SMA, nah ini..masa2 ababil, dengan pertimbangan kemampuan dan pekerjaan rata2 mereka memutuskannya. yang dulunya guru jadi dokter,yang dulunya polisi jadi guru, seringkali berubah-ubah,apalagi bulan-bulan ini,coba tanya anak SMA, sekarang bilangnya A,bulan depan bilang B,bulan depan bilang C.kadang snmptn,sbmptn,jurusan yang mereka ambil berbeda,saat-saat itu menjadi saat yang paling kritis dalam menentukan pilihan.bisikan dari kanan,kiri,orang tua,dan diri sendiri mewarnai pikiran kita.
Ikuti kata hatimu, kemampuanmu,dan mintalah petunjukNya. Tak usah memikirkan cita-cita,tak usah memikirkan pekerjaan, ambil hikmahnya,ambil manfaatnya,pikirkan apa yang kamu bsa lakukan atau apa yang bisa kamu berikan.cita-cita adalah tolak ukur,buat setinggi-tingginya,agar kamu berusaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar